Sabtu, 15 Oktober 2016

BEKASI KEBANJIRAN


BEKASI KEBANJIRAN


Jum’at pagi tepatnya tanggal 18 januari 2013 telah terjadi bencana yang sangat tidak terduga dan cukup membuat warga panik di daerah bekasi dan sekitarnya, dari semua kalangan yang kaya atau miskin hari itu bersama-sama mengalami musibah banjir sampai perekonomian di kawasan bekasi terganggu akibat banjir yang melanda di kawasan bekasi kota, sungguh kejadian yang cukup merugikan masyarakat selain itu kita perlu waspada apabila kejadian seperti ini akan kembali terjadi di masa yang akan datang. Pada jum’at malam warga bekasi telah di himbau via sms oleh satuan tim (SAR) kota bekasi bahwa akan ada kiriman air dari bendungan katulampa, bogor yang akan tiba di bekasi pukul 00:00 malam dan ternyata kabar tersebut meleset karna dari jam.00:00 sampai jam.04:00 subuh belum terjadi banjir akhirnya sebagian warga pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat tapi ada sebagian warga yang bertahan untuk jaga-jaga dan tiba pada pagi hari tepatnya jam.06:00 air sudah mulai merendam sebagian rumah warga dengan ketinggian air 21cm ternyata air kiriman dari bendungan katulampa, bogor belum selesai sampai di situ, kira-kira jam.08:53 pagi debit air semakin tinggi sekitar setengah meter berikut ini gambar yang di ambil pagi hari,Pada  jam.11:30 hujan turun tak henti-hentinya sehingga menyebabkan daerah bekasi lumpuh dan terjadi kemacetan lalu lintas dimana-mana, banjir ada yang mencapai kedalaman 1 meter hingga 3 meter kondisi banjir menyebabkan perkekonomian dan transportasi darat lumpuh total dan juga pegawai yang bekerja sebagian dipulangkan karena banjirpun masuk ke dalam tempat mereka bekerja.
Selain itu banjir juga melanda rumah saya, menyebabkan air masuk ke dalam rumah dan merendam sebagian rumah tetapi tidak sampai atap rumah, sehingga air yang kira-kira setengah meter hanya berada bawah rumah saja tidak sampai tinggi dan memakan korban jiwa.Namun adapula korban banjir di daerah bekasi terutama rumah penduduk di jalan letnan jendral sarbini kota bekasi tepatnya di perumahan pengairan dekat pusat perbelanjaan kota bekasi yaitu Giant hypermall, selain melanda rumah penduduk banjir juga ikut merendam basement Giant hypermall parkiran yang berada dilantai bawah, sehingga air yang berada di jalan masuk ke bagian bawah dan merendam ruang parkiran bawah, sehingga kendaraan yang berada di parkiran bawah sulit untuk keluar.
Namun masih ada juga daerah yang airnya masih tergenang dikarenakan mungkin banyaknya saluran yang tidak lancar dan menyebabkan lamanya penyerapan air ke dalam tanah. Mungkin banjir yang menimpa Bekasi merupakan cobaan untuk seluruh warga untuk selalu ingat kepada allah S.W.T dan selalu beribadah, karena semua yang ada di dunia merupakan miliknya. Berikut gambar yang di ambil pada jam.16:06 sore dari 




Sumber : http://robiesa.blogspot.co.id/2013/01/banjir-tahunan.html


Jumat, 30 September 2016

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


BAB I
     PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampaihingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya.Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh Bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai–nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Kesamaan nilai–nilai ini dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan.
Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam wadah Nusantara.
Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimananserta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai – nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia. Selain itu nilai–nilai perjuangan bangsa masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta terbukti keandalannya.Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa telah mengalami
penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan antara lain oleh
pengaruh globalisasi.

Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga–lembaga kemasyarakatan internasional, negara–negara maju yangikut mengatur percaturan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan global. Disamping itu, isu global yang
meliputi demokratisasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup turut pula mempengaruhi keadaan nasional. Globalisasi juga ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang informasi, komunikasi, dan transportasi. Hingga membuat dunia menjadi transparan seolah–olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas negara.
Semangat perjuangan bangsa ynag merupakan kekuatan

mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era globalisasi dan masayang akan datang kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing–masing. Perjuangan non fisik ini memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga Negara Indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon cendikiawan pada khususnya, yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan.

B. Kompetensi Yang Diharapkan

Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognotif
dan psikomotorik). Generasi penerus melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional
serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela Negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia.Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk
menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga negara Republik
Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi serta seni. Berkaitan dengan pengembangan nilai, sikap, dan kepribadian diperlukan pembekalan kepada peserta didik di Indonesia yang dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam kehidupan) yang
disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.

Setiap warga negara Republik Indonesia harus menguasaiilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang merupakan misiatau tanggung jawab Pendidikan Kewarganegaraan untuk menumbuhkan wawasan warga negara dalam hal persahabatan,pengertian antar bangsa, perdamaian dunia, kesadaran bela
negara, dan sikap serta perilaku yang bersendikan nilai–nilai budaya bangsa .Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela
negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh–sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari–hari.

Rakyat Indonesia, melalui MPR menyatakan bahwa :

Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk “meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa “.Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif. Terampil, berdisiplin, beretos kerja,
profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Undang–Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum dan isi pendidikan yang memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan terus ditingkatkan dan dikembangkan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
Kompetensi diartikan sebagai perangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seseorang agar ia mampu melaksanakan tugas–tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Kompetensi lulusan Pendidikan Kewarganegaraan adalah
seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari seorang warga negara dalam berhubungan dengan negara, dan memecahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan konsepsi falsafah bangsa, wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
Ø  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa.
Ø   Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Ø  Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Ø  Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
Ø  Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk

kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga Negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa,
dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam

Pembukaan UUD 1945 “.

Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan
kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.

sumber : http://ulfafla.blogspot.co.id/2015/04/tugas-softskill-pengantar-pendidikan.html